![]() |




Anda mungkin pernah mendengar kata overheat dan heat stroke, namun apakah Anda tahu akibat dan asal mulanya? Anda bisa menebak dengan mudah bahwa kedua hal tersebut adalah suatu kejadian yang disebabkan oleh sesuatu yang panas.
Seringkali pada saat mudik banyak kendaraan berhenti dengan kap mobil terbuka dan terlihat asap mengepul dari bagian dalam mesinnya, sang pengemudi dan seisi mobil nampak stres dan ketakutan. Pengendara mobil tentunya tahu bahwa mobil tersebut mengalami overheat sehingga radiator jebol dan tidak mampu mendinginkan mesin yang dilaju cukup lama saat mudik.
Ilustrasi tersebut menjelaskan secara sederhana akibat overheat pada mobil, namun tanpa disadari sebenarnya overheat lebih berbahaya jika terjadi pada diri manusia. Pada manusia, kondisi mobil mogok yang berasap tadi dikenal dengan heat stroke, yaitu kondisi dimana tubuh mengalami kelebihan panas hingga mencapai tingkat dehidrasi berat dan akhirnya jatuh pingsan.
Orang-orang yang paling berisiko terkena heat stroke, yaitu bayi, orang lanjut usia (sering dengan penyakit jantung yang terkait, penyakit paru, penyakit ginjal, atau minum obat yang membuat mereka rentan terhadap dehidrasi dan heat stroke), atlet, dan individu yang bekerja di luar dan fisik mengerahkan diri di bawah matahari.
Penyebab munculnya heat stroke juga beragam, bisa karena kenaikan suhu lingkungan, memakai pakaian yang terlalu tebal sehingga mengganggu pengeluaran keringat, dan aktivitas yang dapat meningkatkan suhu tubuh, seperti terpapar sinar matahari langsung serta olahraga berlebih.
Menurut situs University of Marlyland Medical Center, biasanya penyebab utama dari heat stroke adalah karena terlalu lama terpapar sinar matahari, seperti mereka yang bekerja di bawah panas matahari selama berjam-jam, dengan kondisi cairan yang tidak mampu lagi menyuplai sistem pendingin tubuh.
Seperti halnya mobil, sebelum overheat Anda akan mendapat peringatan melalui termometer mobil. Peringatan tersebut kadang tidak terlalu diperhatikan hingga akhirnya mobil keluar asap dan terlambat diantisipasi. Begitu pun heat stroke pada tubuh, tanda-tanda berupa haus, tenggorakan kering dan pening yang biasanya muncul di awal kadang selalu diabaikan karena dianggap biasa saja dan baru tersadar jika Anda sudah lemas dan jatuh pingsan.
Mobil yang terawat dengan baik serta diisi air radiator yang tepat akan terhindar dari overheat. Jika diisi sembarang air, radiator akan mudah terkena karat sehingga fungsi normalnya akan terganggu dan akhirnya tidak mampu lagi mendinginkan mesin. Sama halnya dengan tubuh manusia, menjaga terjadinya heat stroke bukan sekadar memenuhi tubuh dengan banyak minum saja karena jika pola makan dan minum tidak dijaga maka lambat laun fungsi radiator tubuh melemah dan kondisi heat stroke akan mengancam.
Jadi agar tubuh tetap terawat dan terjaga dari heat stroke walaupun Anda terpapar cukup lama di matahari atau melakukan aktivitas tinggi, adanya baiknya memperhatikan beberapa hal berikut:
Ingat, mewaspai gejala dari awal terhadap heat stroke akan lebih murah dibandingkan mengobatinya. Seperti halnya mobil, memberikan radiator dengan air yang baik masih lebih murah dibandingkan jika sudah terkena overheat dan mogok di jalan. Namun yang lebih penting, sebelum memprioriaskan mobil pastikan tubuh Anda aman dari gerah dan panas. (Indonesia)
Referensi: